BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Ilmu Tajwid
Dari segi bahasa
tajwid bermaksud mengolakkan atau mencantikkan. Dari segi istilah pula Tajwid
bermaksud suatu ilmu untuk mengetahui cara melafadz huruf-huruf Al-Qur’an
dengan betul.
Sesetengah
ulama’ mentakrifkan Tajwid ialah menunaikan hak huruf dan apa yang sepatutnya
bagi sesuatu huruf Al-Qur’an, seperti menunaikan apa yang sepatutnya bagi
makhraj sesuatu huruf, sifat-sifatnya (ciri-cirinya), dengungnya, panjangnya
(mad), tebal atau tipisnya sebutan suatu huruf dan lain-lain hokum Ilmu Tajwid.
B.
Hukum
Ilmu tajwid
Mempelajari Ilmu
Tajwid adalah Fardlu Kifayah. Mempraktikkannya pula dalam bacaan Fardlu ‘Ain.
Mempelajari Ilmu
Tajwid adalah fardlu kifayah dengan arti kata, mestilah ada dalam sesuatu
tempat itu seorang atau beberapa orang yang mengetahui Ilmu Tajwid dan boleh
menjadi rujukan Ilmu Tajwid bagi masyarakat setempat. Jika tiada seorang pun
dalam sesuatu Bandar, orang yang mahir dalam Ilmu Tajwid dan menjalankan
kewajiban mengajarkannya kepada penduduk bandarnya, maka semua penduduk Bandar
tersebut adalah berdosa.[1]
C.
Dalil
wajib mempraktikkan Tajwid dale setiap pembacaan
1.
Dalil dari Al-Qur’an
Firman
Allah SWT:
(Al-Muzammil:4)ﻮﺮﺘﻞﺍﻠﻗﺮﺀﺍﻦﺗﺮﺘﻳﻼ٤
Maksudnya:
“Bacalah Al-Qur’an itu dengan Tartil (bertajwid)”
Ayat
ini jelas menunjukkan bahwa Allah s.w.t. memerintahkan Nabi s.a.w. membaca
Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya itu dengan Tartil yaitu mengelokkan sebutan
setiap huruf-hurufnya yakni bertajwid. Maka ini membuktikan bahwa Al-Qur’an
yang diturunkan kepada Rasulullah s.a.w. adalah pembacaan secara bertajwid
seperti dalam firman Allah yang lain.
2.
Dalil dari Ijma’ Ulama
Telah sepakat para ulama sepanjang zaman sejak dari
zaman Rasulullah s.a.aw. sehingga sekarang dalam menyatakan bahwa membaca
Al-Qur’an secara bertajwid adalah sesuatu yang fardlu dan wajib. Pengarang
Kitab Nihayah menyatakan: “Sesungguhnya telah ijmak (sepakat) semua imam dari
kalangan ulama yang dipercayai bahwa Tajwid adalah suatu yang wajib sejak zaman
Nabi s.a.w. lagi sehinggalah sekarang dan tiada seorang pun yang mempertikaikan
kewajiban ini”.
D.
Hukum
Nun Sakinah dan Tanwin
Nun sakinah dan tanwin apabila bertemu dengan
huruf-huruf hijaiyyah hukum bacaannya ada empat macam, yaitu: Idhhar, Idgham, Iqlab
dan Ikhfa.
1) Pengertian Nun Sakinah dan Tanwin
Nun
sakinah ialah nun yang tidak berbasis atau lebih dikenali sebagai nun mati. Nun sakinah adalah suara yang
keluar dari pangkal hidung (Khaisyum) dan
ia akan mengeluarkan suara dengung atau sifat ghunnah sebagai suara ciri yang
mesti ada pada nun sakinah ini.
Tanwin
ialah baris dua sama ada baris dua di atas
(fathataan), baris dua di bawah (kasrataan)
atau baris dua di hadapan (dhommataan).
Tanwin adalah suatu yang bernun yaitu baris yang mengeluarkan suara nun sakinah
secara tidak langsung (zaidah)
walaupun nun tersebut tidak kelihatan.
Perbincangan
mengenai hukum nun sakinah dan tanwin ini akan dijelaskan satu persatu. Akan
tetapi di sini kami akan membahas dua saja yakni hukum Idh-har dan Iqlab.
a.
Idh-har Halqi(
إظْهَارٌ )
Dari
segi bahasa, Idh-har artinya jelas atau terang. Halqi pula berarti kerongkong.
Dari segi istilah, Idh-har bermaksud mengeluarkan huruf dari makhrajnya tanpa
dengung(jelas). Apabila ada nun sakinah atau tanwin (/ نْ ً
ٍ ٌ ) bertemu dengan salah satu huruf halqi hukum
bacaannya disebut idhar.
Huruf-huruf
halqi itu ada enam yaitu: ا
ح خ ع غ ھ
Cara
bacaan: Idh-har bermaksud jelas, oleh itu hendaknya dijelaskan sebutan nun
sakinah dan tanwin itu tanpa mendengungkannya. Ini dapat dipastikan dengan
menekan ujung lidah ke gusi depan sebelah atas dan tidak membawa suara ke
pangkal hidung. Sebab Idh-har: Nun dibaca dengan idh-har apabila bertemu dengan
enam huruf karena taba’ud ialah berjauhan pada makhraj dan sifat-sifatnya
dengan nun sakinah.
Contoh
bacaan idhar:
|
No
|
Huruf
|
Nun mati (نْ)
|
Tanwin (ً
ٍ ٌ )
|
|
1
|
ا
|
مَنْ أمَنَ
|
رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ
|
|
2
|
ح
|
عَنْ حَرَامِكَ
|
نَارٌ حَامٍيَةٌ
|
|
3
|
خ
|
مَنْ خَشِيَ
|
ذَرَّةٍ خَبٍيْرٌ
|
|
4
|
ع
|
مِنْ عِلْمٍ
|
سَمٍيْعٌ عَلٍيْمٌ
|
|
5
|
غ
|
مِنْ غِلٍّ
|
اَجْرٌ غَيْرُ
|
|
6
|
ھ
|
مِنْ هَادٍ
|
جُرُفٍ هَارٍ
|
b. Iqlab
( اقلاب
)
Iqlab
dari segi bahasa artinya membalik atau mengganti. Sedangkan dari segi istilah
Iqlab ialah baca nun mati atau tanwin seperti mim mati. Apabila nun sakinah
atau tanwin bertemu dengan huruf ب,
maka hukum bacaannya disebut Iqlab. Cara membacanya adalah bunyi nun sakinah
atau tanwin berubah menjadi bunyi mim ( مْ)
Huruf iqlab hanya satu yaitu huruf ب.
Contoh
bacaan iqlab:
|
No
|
Huruf
|
Nun mati (نْ )
|
Tanwin (ً
ٍ ٌ )
|
|
1
|
ب
|
مِنْ بَعْدِهِمْ
|
سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar